Daniel Bovet Ilmuwan di Dunia Farmasi

Seiring perkembangan dunia farmasi, banyak obat yang telah ditemukan oleh para ilmuwan. Salah satu ilmuwan farmasi yang telah menemukan beberapa obat baru, adalah Daniel Bovet.
Daniel Bovet dilahirkan di Neuchatel, Switzerland pada 28 Maret 1907. Ibunya bernama Ami Babut Bovet, dan ayahnya bernama Pierre Bovet, seorang professor pedagogi di Universitas Geneva dan juga pendiri Institut J.J. Rousseau.
Setelah lulus dari pendidikan biologi di Universitas Geneva tahun 1927, Daniel Bovet menjadi asisten Profesor Guyenot sambil mempersiapkan tesisnya tentang zoology dan perbandingan anatomi. Bovet meraih gelar doktornya pada tahun 1929.
Di tahun yang sama, Daniel Bovet menjadi asisten laboratorium kimia teurapeutik di Institut Pasteur. Di tempat inilah Bovet bertemu dengan wanita yang menjadi pasangan hidupnya, Filomena Nitti. Seorang peneliti dan putri dari Francesco Saverio Nitti, perdana menteri pertama Italia. Pasangan Bovet ini memiliki dua putri dan seorang putra, Daniel Pierre Bovet, yang setelah dewasa menjadi professor ilmu informatika di Universitas Roma dan menulis buku tentang system lynux.
Di Institut Pasteur, Daniel Bovet dan sesama rekan-rekan peneliti menemukan zat teurapeutik sulfanilamid. Sulfanilamid ini juga dikenal sebagai salah satu wonder drugs, dan berkat penelitiannya dalam mensintesis golongan sulfa yang lain, pada masa itu jutaan nyawa penduduk selama perang dunia II mampu diselamatkan.
Tahun 1937, Bovet mulai mengalihkan penelitiannya kepada zat histamin, yaitu hormon alami yang berada dalam jaringan tubuh manusia. Jika ada pencetus dari luar atau dalam tubuh yang mengakibatkan peningkatan histamin, bisa menimbulkan reaksi alergi dalam tubuh. Bisa berupa peradangan atau kerusakan pada jaringan tubuh.
Antara 1937-1941, Bovet beserta rekan-rekannya yang lain melakukan sekitar 300 eksperimen untuk menemukan zat yang dapat melawan efek negatif dari histamin. Salah satunya adalah pyrilamin, yang termasuk dari salah satu antihistamin pertama yang digunakan sebagai obat alergi pada masa itu.
Pada tahun 1947 Daniel Bovet dan keluarganya meninggalkan Paris untuk menetap di Roma. Bovet bekerja di laboratorium kimia teurapeutik di Istituto Superiore diSanita. Di sini, Bovet mempelajari hal baru yaitu relaksan otot, kurare. Di suku Indian Amerika Selatan, kurare lebih dikenal sebagai racun yang dilumurkan di ujung panah, digunakan untuk memburu binatang. Pada masa itu kurare dalam dosis kecil bisa digunakan sebagai relaksan otot pada operasi. Tetapi kurare juga memiliki efek teurapeutik yang tidak pasti dan juga tegolong obat yang mahal.
Karena itu Bovet mulai mencari bentuk sintetik dari kurare yang memiliki efek teurapeutik yang lebih baik dan juga lebih murah. Salah satu aktivitas penelitiannya adalah dengan menghabiskan waktu bersama suku Indian Amerika Selatan untuk mempelajari penggunaan kurare di suku Indian. Sekitar 400 bentuk sintetik dari kurare ditemukan Bovet, salah satunya adalah succunylcholine, relaksan otot yang digunakan pada saat operasi bedah.
Selama perjalanan penelitiannya, Bovet telah menulis beberapa buku. Salah satu buku ditulis bersama istrinya dan GB. Marini Bettolo. Dipublikasikan pada tahun 1959 dengan judul Curare and Curare-Like Agents. Selain buku, Daniel Bovet menulis sekitar 400 jurnal dalam bidang biologi, farmakologi, kemoterapi, obat golongan sulfa, terapi alergi, sintesis anti histamin.
Karena hasil penelitiannya yang bermanfaat bagi dunia ilmu pengetahuan, Bovet meraih penghargaan Nobel Prize pada tahun 1957. Beberapa Penghargaan lainnya adalah Plantamour Prize dari Universitas Geneva pada tahun 1937, Cameron Prize dari Universitas Edinburgh Skotlandia pada tahun 1949.
Daniel Bovet memiliki kepribadian rendah hati. Dia benar-benar mencurahkan perhatian dan hidupnya terhadap penelitian demi kemajuan ilmu pengetahuan tanpa memikirkan dirinya sendiri. Daniel Bovet tidak pernah mematenkan penemuan-penemuannya dan juga tidak pernah menerima imbalan uang atas penemuan-penemuannya.
Pikiran Rakyat, 05 Maret 2009

Tidak ada komentar:

Posting Komentar